Sepertinya, virus corona covid-19 tidak akan berhenti cepat, ini merupakan situasi yang tidak diharapkan masyarakat dunia dan khususnya masyarakat Indonesia. Saya berpikir bahwa virus corona COVID-19 sulit berhenti dengan cepat disebabkan oleh beberapa pemikiran : Pertama, waktu yang dibutuhkan untuk membuat vaksin corona COVID-19. Bagian ini baiknya mendapat penjelasan dari para pakar dibidang epidemik atau umumnya pakar-pakar dibidang medis. Kedua, pengaruh dari kerapatan sosial antara lain mobilitas sosial skala besar dan hal tersebut sulit diatur sehingga ini adalah masalah serius atau umumnya berkaitan dengan 13 masalah serius dibalik COVID-19 – bagian ini pernah saya tayangkan dan dapat dilihat pada pojok atas dari video ini atau dapat diklik tautannya di kolom deskripsi video.

Dua masalah penyebab utama virus corona tidak segera dapat dihentikan dengan cepat, tentu akan mempengaruhi pertahanan sosial baik secara umum dan khususnya di Indonesia. Dalam masa pandemi global virus corona COVID-19 setidaknya ada tiga pilar pertahanan sosial yaitu Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan. Jika tiga pilar pertahanan sosial hancur karena serangan virus corona COVID-19, maka hal ini sangat riskan bagi Negara umumnya dan secara khusus sangat riskan bagi Indonesia.

Itu alasan utama mengapa saya menolak kersa herd immunity, sebab hal itu dapat menghancurkan tiga pilar pertahanan sosial dan tiga pilar pertahanan sosial itu merupakan esensi utama serta berpengaruh besar sebagai fondasi pertahanan negara sekaligus kekuatan utama pembangunan.

Jika dikaitkan dengan studi pembangunan, herd immunity merupakan kegiatan pengembangan vaksin yang dilakukan oleh para pakar dibidang epidemik atau umumnya dibidang kesehatan, setelah selesai vaksin tersebut disuntikkan pada masyarakat dan seluruh kegiatan itu menjadi bagian dari program nasional sehubungan program kesehatan masyarakat yang dibuat oleh pemerintah.

Tapi sepertinya hal ini kurang ditampakkan di Indonesia, Herd Immunity terkesan seperti tindakan pembiaran yang dilakukan sengaja misalnya berkaitan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang dinilai plin-plan alias kurang tegas, mengampanyekan gerakan membangun sistem imun tubuh tanpa disertai pengawasan atas kerapatan sosial terutama itu kurang perduli dan kurang diperhatikan bahaya besar dari Zona Gesekan Kerapatan Populasi atau disingkat ZOGAP.

Disini saya mempertanyakan apakah herd immunity merupakan tindakan untuk sengaja atau tidak sengaja mematikan masyarakat pada masa pandemi global virus corona COVID-19 atau tindakan untuk segera menggarap proyek pengembangan vaksin virus CORONA COVID-19?

Jika herd immunity dipahami dan dilakukan atau diterapkan dalam pengertian sebagai tindakan pembiaran, maka hal tersebut akan mengancam tiga pilar pertahanan sosial dan negara termasuk masyarakat berada pada kondisi kritis.

Konten terkait:
13 Masalah Serius Dibalik COVID-19 di Indonesia

ANAK KAMPUS CPC

Referensi Video :
Google News about COVID-19

Tenaga Medis Mogok Kerja, 109 Tenaga Medis Diberhentikan

Channel YouTube KOMPASTV

Indonesia Terserah”, Ungkapan Marah atau Pasrah?

CNN Indonesia

PSBB Tapi Ramai: Skenario Terburuk akan Seperti Sebelum Pembatasan Sosial?

KOMPASTV

[Full] Update Corona 21 Mei: 20.162 Positif, 1.278 Meninggal Dunia, 4.838 Sembuh

KOMPASTV